Transformation in Bacteria:
Sabtu, 06 Agustus 2011
Rabu, 16 Maret 2011
Parasetamol (paracetamol) atau Asetaminofen
Paracetamol:
Dari sekian banyak obat anti pilek semuanya mengandung satu unsur utama, yaitu Parasetamol (paracetamol) atau Asetaminofen. Parasetamol sebenarnya sudah ditemukan sekitar 1880 saat ilmuwan bekerja mencari penanggulangan malaria, namun penemuan tersebut masih diabaikan. Pada tahun 1956 perusahaan Inggris Frederick Stearns & Co memproduksi Parasetamol dalam bentuk merek dagang Panadol (saya baru tahu kalo nama ini merek dagang yang sudah lama), dan dua tahun kemudian Panadol Elixir diproduksi sebagai obat untuk anak-anak. Di tahun 1963 paten Parasetamol berakhir dan menjadi nama generik hingga sekarang.
Hingga kini, paracetamol telah berkembang pesat dalam berbagai bentuk sediaan, teblet chewable, eliksir, drops dan suspensi drops yang dikemas khusus untuk bayi dan anak-anak. Umumnya obat ini diberikan untuk meringankan gejala demam, nyeri, dan rasa tak nyaman karena masuk angin, flu, atau karena imunisasi dan pertumbuhan gigi.
Dalam golongan obat analgetik, parasetamol atau nama lainnya asetaminofen memiliki khasiat sama seperti aspirin atau obat-obat non steroid antiinflamatory drug (NSAID) lainnya. Seperti aspirin, parasetamol berefek menghambat prostaglandin (mediator nyeri) di otak tetapi sedikit aktivitasnya sebagai penghambat postaglandin perifer.
Namun, tak seperti obat-obat NSAIDs, obat ini tidak memiliki aktivitas antiinflamasi (antiradang) dan tidak menyebabkan gangguan saluran cerna maupun efek kardiorenal yang tidak menguntungkan. Karenanya cukup aman digunakan pada semua golongan usia.
Selama bertahun-tahun digunakan, informasi tentang cara kerja parasetamol dalam tubuh belum sepenuhnya diketahui dengan jelas hingga pada tahun 2006 dipublikasikan dalam salah satu jurnal Bertolini A, et. al dengan topik Parasetamaol : New Vistas of An Old Drug, mengenai aksi pereda nyeri dari parasetamol ini. Ternyata di dalam tubuh efek analgetik dari parasetamol diperantarai oleh aktivitas tak langsung reseptor canabinoid CB1. Di dalam otak dan sumsum tulang belakang, parasetamol mengalami reaksi deasetilasi dengan asam arachidonat membentuk N-arachidonoylfenolamin, komponen yang dikenal sebagai zat endogenous cababinoid. Adanya N-arachidonoylfenolamin ini meningkatkan kadar canabinoid endogen dalam tubuh, disamping juga menghambat enzim siklooksigenase yang memproduksi prostaglandin dalam otak. Karena efek canabino-mimetik inilah terkadang parasetamol digunakan secara berlebihan.
Paracetamol sebernarnya jarang memberi efek samping yang serius apabila digunakan sesuai dengan petunjuk. Beberapa isu yangmenyebutkan bahwa obat ini terkait dengan asma pada anak-anak juga belum terbukti secara klinis. Hanya kadang obat ini bisa menimbulkan ruam atau gatal-gatal pada beberapa orang tertentu. Penggunaan yang berlebihan dan dalam jangka panjang perlu diwaspadai karena bisa memicu kerusakan hati. Perlu diperhatikan juga beberapa tanda overdosis dari parasetamol misalnya jika terdapat gejala mual, muntah, lemas dan keringat berlebih.
Beberapa poin penting yang perlu dicermati dalam penggunaan paracetamol :
- Hentikan penggunaan parasetamol bila demam berlangsung lebih dari 3 hari atau nyeri semakin memburuk lebih dari 10 hari, kecuali atas saran dokter.
- Bagi ibu hamil dan menyusui, konsultsikan dengan dokter jika hendak menggunakan obat ini.
- Orang dengan penyakit gangguan liver sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum mengkombinasi parasetamol dengan obat-obat NSAID, antikoagulan (warfarin), ataupun kontrasepsi oral.
- Penggunaan parasetamol bersama alkohol dpat meningkatkan toksisitas hati.
- Konsumsi vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan kadar parasetamol dalam tubuh.
Paracetamol termasuk aman dikonsumsi tanpa efek candu seperti obat narkotika. Untuk orang dewasa umumnya dosis dikonsumsi sebesar 500mg, bisa dilihat pada komposisi berbagai merek obat pilek kandungan Asetaminofen ini antara 400-600mg selain kandungan lain dalam kadar rendah, tergantung merek obatnya. Meskipun aman jangan mengkonsumsi Parasetamol lebih dari 5 gram (weh, siapa yang minum 10 tablet lebih?) dalam sehari, apalagi untuk seorang pecandu alkohol, malah bisa menyebabkan kerusakan liver.
Jadi, jika anda pilek jangan ragu untuk minum obat jenis ini, karena aman dan anda tidak akan kecanduan, tidak seperti antibiotik yang harus hati-hati (HARUS dimakan habis dosisnya) dan harus atas resep dokter.
Hingga kini, paracetamol telah berkembang pesat dalam berbagai bentuk sediaan, teblet chewable, eliksir, drops dan suspensi drops yang dikemas khusus untuk bayi dan anak-anak. Umumnya obat ini diberikan untuk meringankan gejala demam, nyeri, dan rasa tak nyaman karena masuk angin, flu, atau karena imunisasi dan pertumbuhan gigi.
Dalam golongan obat analgetik, parasetamol atau nama lainnya asetaminofen memiliki khasiat sama seperti aspirin atau obat-obat non steroid antiinflamatory drug (NSAID) lainnya. Seperti aspirin, parasetamol berefek menghambat prostaglandin (mediator nyeri) di otak tetapi sedikit aktivitasnya sebagai penghambat postaglandin perifer.
Namun, tak seperti obat-obat NSAIDs, obat ini tidak memiliki aktivitas antiinflamasi (antiradang) dan tidak menyebabkan gangguan saluran cerna maupun efek kardiorenal yang tidak menguntungkan. Karenanya cukup aman digunakan pada semua golongan usia.
Selama bertahun-tahun digunakan, informasi tentang cara kerja parasetamol dalam tubuh belum sepenuhnya diketahui dengan jelas hingga pada tahun 2006 dipublikasikan dalam salah satu jurnal Bertolini A, et. al dengan topik Parasetamaol : New Vistas of An Old Drug, mengenai aksi pereda nyeri dari parasetamol ini. Ternyata di dalam tubuh efek analgetik dari parasetamol diperantarai oleh aktivitas tak langsung reseptor canabinoid CB1. Di dalam otak dan sumsum tulang belakang, parasetamol mengalami reaksi deasetilasi dengan asam arachidonat membentuk N-arachidonoylfenolamin, komponen yang dikenal sebagai zat endogenous cababinoid. Adanya N-arachidonoylfenolamin ini meningkatkan kadar canabinoid endogen dalam tubuh, disamping juga menghambat enzim siklooksigenase yang memproduksi prostaglandin dalam otak. Karena efek canabino-mimetik inilah terkadang parasetamol digunakan secara berlebihan.
Paracetamol sebernarnya jarang memberi efek samping yang serius apabila digunakan sesuai dengan petunjuk. Beberapa isu yangmenyebutkan bahwa obat ini terkait dengan asma pada anak-anak juga belum terbukti secara klinis. Hanya kadang obat ini bisa menimbulkan ruam atau gatal-gatal pada beberapa orang tertentu. Penggunaan yang berlebihan dan dalam jangka panjang perlu diwaspadai karena bisa memicu kerusakan hati. Perlu diperhatikan juga beberapa tanda overdosis dari parasetamol misalnya jika terdapat gejala mual, muntah, lemas dan keringat berlebih.
Beberapa poin penting yang perlu dicermati dalam penggunaan paracetamol :
- Hentikan penggunaan parasetamol bila demam berlangsung lebih dari 3 hari atau nyeri semakin memburuk lebih dari 10 hari, kecuali atas saran dokter.
- Bagi ibu hamil dan menyusui, konsultsikan dengan dokter jika hendak menggunakan obat ini.
- Orang dengan penyakit gangguan liver sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum mengkombinasi parasetamol dengan obat-obat NSAID, antikoagulan (warfarin), ataupun kontrasepsi oral.
- Penggunaan parasetamol bersama alkohol dpat meningkatkan toksisitas hati.
- Konsumsi vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan kadar parasetamol dalam tubuh.
Paracetamol termasuk aman dikonsumsi tanpa efek candu seperti obat narkotika. Untuk orang dewasa umumnya dosis dikonsumsi sebesar 500mg, bisa dilihat pada komposisi berbagai merek obat pilek kandungan Asetaminofen ini antara 400-600mg selain kandungan lain dalam kadar rendah, tergantung merek obatnya. Meskipun aman jangan mengkonsumsi Parasetamol lebih dari 5 gram (weh, siapa yang minum 10 tablet lebih?) dalam sehari, apalagi untuk seorang pecandu alkohol, malah bisa menyebabkan kerusakan liver.
Jadi, jika anda pilek jangan ragu untuk minum obat jenis ini, karena aman dan anda tidak akan kecanduan, tidak seperti antibiotik yang harus hati-hati (HARUS dimakan habis dosisnya) dan harus atas resep dokter.
Minggu, 13 Maret 2011
Minggu, 03 Oktober 2010
Selasa, 24 Agustus 2010
Jumat, 23 Juli 2010
CONTOH SOAL STATISTIKA NON PARAMETRIK
CONTOH SOAL
STATISTIKA NON PARAMETRIK
1. UJI
TANDA
a. Sebuah alat pencukur rambut dapat digunakan sebelum
dicharge lamanya (jam) adalah : 1.5; 2.2; 0.9; 1.3; 2.0; 1.6; 1.8; 1.5; 2.0;
1.2; dan 1.7. Ujilah hipotesis dengan a = 5% bahwa alat tersebut rata-rata
dapat digunakan 1.8 jam sebelum dicharge
Penyelesaian :
1. H0 : m = 1.8
2. H1 : m ≠ 1.8
3. a = 0.05
4. Wilayah kritik : x ≤ ka/2’; x ≥ ka/2 dengan x menya-takan
banyaknya tanda plus
Tabel A2 —- k0.025’ = 1, k0.025 = 9
5. Pengamatan diganti tanda + jika > 1.8, tanda – jika
< 1.8, dikeluarkan jika = 1.8; sehingga diperoleh :
- + – - + – - + – -
n = 10 dan x = 3
6. Keputusan : terima H0
b. Duabelas mobil dengan ban radial dicoba pada lintasan
tertentu, kemudian diganti ban biasa dan dicoba lagi pada lintasan yang sama.
Bahan bakar yang digunakan tercatat sebagai berikut :
|
Mobil
|
Ban Radial
|
Ban Biasa
|
|
1
|
4.2
|
4.1
|
|
2
|
4.7
|
4.9
|
|
3
|
6.6
|
6.2
|
|
4
|
7.0
|
6.9
|
|
5
|
6.7
|
6.8
|
|
6
|
4.5
|
4.4
|
|
7
|
5.7
|
5.7
|
|
8
|
6.0
|
5.8
|
|
9
|
7.4
|
6.9
|
|
10
|
4.9
|
4.9
|
|
11
|
6.1
|
6.0
|
|
12
|
5.2
|
4.9
|
Ujilah hipotesis dengan a = 5% bahwa mobil dengan ban radial
lebih hemat bahan bakar daripada mobil dengan ban biasa (gunakan hampiran
Normal)
Penyelesaian :
1. H0 : m1 - m2 = 0
2. H1 : m1 - m2 ≠ 0
3. a = 0.05
4. Wilayah kritik : Z > 1.645 (Tabel A4)
5. Perhitungan :
|
n
|
Ban Radial
|
Ban Biasa
|
Selisih
|
Tanda
|
|
1
|
4.2
|
4.1
|
0.1
|
+
|
|
2
|
4.7
|
4.9
|
-0.2
|
-
|
|
3
|
6.6
|
6.2
|
0.4
|
+
|
|
4
|
7.0
|
6.9
|
0.1
|
+
|
|
5
|
6.7
|
6.8
|
-0.1
|
-
|
|
6
|
4.5
|
4.4
|
0.1
|
+
|
|
7
|
5.7
|
5.7
|
0.0
|
keluar
|
|
8
|
6.0
|
5.8
|
0.2
|
+
|
|
9
|
7.4
|
6.9
|
0.5
|
+
|
|
10
|
4.9
|
4.9
|
0.0
|
keluar
|
|
11
|
6.1
|
6.0
|
0.1
|
+
|
|
12
|
5.2
|
4.9
|
0.3
|
+
|
sehingga n = 10 dengan x = 8, dan
m = np
= (10)(0.5) = 5
σ = √(10)(0.5)(0.5)
= 1.581
Z = (x – m) / σ
= (8 – 10)/1.581 = 1.90
6. Keputusan :
Tolak H0 terima H1 (ban radial lebih hemat)
2. UJI PERINGKAT
BERTANDA WILCOXON
Gunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon untuk latihan nomor
a.
Penyelesaian :
1. H0 : m = 1.8
2. H1 : m ≠ 1.8
3. a = 0.05
4. Wilayah kritik :
Untuk n = 10, maka dari Tabel A8 diperoleh wilayah kritiknya
w ≤ 8;
5. Perhitungan : setiap pengamatan dikurangkan de-ngan 1.8,
dan ditentukan peringkatnya, tanpa mem-perhatikan tanda minus atau plus.
|
di
|
Peringkat
|
|
-0,3
|
5.5
|
|
0.4
|
7
|
|
-0.9
|
10
|
|
-0.5
|
8
|
|
0.2
|
3
|
|
-0.2
|
3
|
|
-0.3
|
5.5
|
|
0.2
|
3
|
|
-0.6
|
9
|
|
-0.1
|
1
|
w+ = 13, w- = 42, sehingga w = 13
6. Keputusan : terima H0
3. UJI JUMLAH PERINGKAT WILCOXON
Kadar nikotin dua rokok merk A dan B (mg) :
|
Merk A
|
2.1
|
4.0
|
6.3
|
5.4
|
4.8
|
3.7
|
6.1
|
3.3
|
|
|
|
Merk B
|
4.1
|
0.6
|
3.1
|
22.5
|
4.0
|
6.2
|
1.6
|
2.2
|
1.9
|
5.4
|
Ujilah hipotesis dengan a = 5% bahwa rata-rata kadar nikotin
kedua rokok sama.
Penyelesaian :
1. H0 : m1 = m2
2. H1 : m1 ≠ m2
3. a = 0.05
4. Wilayah kritik : u ≤ 17 (Tabel A9)
5. Pengamatan disusun dari terkecil ke terbesar dan
ditentukan peringkatnya :
|
Data Asal
|
Peringkat
|
|
0.6
|
1
|
|
1.6
|
2
|
|
1.9
|
3
|
|
2.1
|
4
|
|
2.2
|
5
|
|
2.5
|
6
|
|
3.1
|
7
|
|
3.3
|
8
|
|
3.7
|
9
|
|
4.0
|
10.5
|
|
4.0
|
10.5
|
|
4.1
|
12
|
|
4.8
|
13
|
|
5.4
|
14.5
|
|
5.4
|
14.5
|
|
6.1
|
16
|
|
6.2
|
17
|
|
6.3
|
18
|
w1 = 4+8+9+10.5+13+14.5+16+18=93
w2 = {(18)(19)/2} – 93 = 78,
u1 = w1 – {n1(n1+1)}/2
= 93 – {8(9)}/2 = 57
u2 = w2 – {n2(n2+1)}/2
= 78 – {10(11)}/2 = 23
sehingga u = 23
6. Keputusan : kurang cukup bukti untuk menolak
4. UJI
KRUSKAL-WALLIS
Dilakukan pengukuran laju pembakaran bahan bakar dari 3
sistem peluru kendali, dengan hasil :
|
Sistem 1
|
Sistem 2
|
Sistem 3
|
|
24.0
|
23.2
|
18.4
|
|
16.7
|
19.8
|
19.1
|
|
22.8
|
18.1
|
17.3
|
|
19.8
|
17.6
|
17.3
|
|
18.9
|
20.2
|
19.7
|
|
|
17.8
|
18.9
|
|
|
|
18.8
|
|
|
|
19.3
|
Ujilah hipotesis dengan a = 5% bahwa laju pembakaran sama
untuk ketiga sistem tersebut.
Penyelesaian :
1. H0 : m1 = m2 = m3
2. H1 : m1 ≠ m2 ≠ m3
3. a = 0.05
4. Wilayah kritik : h > X0.052 = 5.991
5. Pengamatan dirubah menjadi peringkat dan dijum-lahkan
untuk masing-masing sistem
|
Sistem 1
|
Sistem 2
|
Sistem 3
|
|
19
|
18
|
7
|
|
1
|
14.5
|
11
|
|
17
|
6
|
2.5
|
|
14.5
|
4
|
2.5
|
|
9.5
|
16
|
13
|
|
r1 = 61.0
|
5
|
9.5
|
|
|
r2 = 63.5
|
8
|
|
|
|
12
|
|
|
|
r3 = 65.5
|
n= 19, n1 = 5, n2 = 6, n3 = 8, r1 = 61.0, r2 = 63.5, r3 =
65.5, maka
h = 12/n(n+1) ∑ ri2/ni – 3(n+1)
h = 12/19(20) {61.02/5+ 63.52/6+65.52/8}-(3)(20)
= 1.66
6. Keputusan : kurang cukup bukti untuk menolak H0
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai saya
Daun bertaburan anms
Belanja online
Entri Populer
BLOG BUNDANYA NAZWA DAN RAIHAN
- Ageratina altissima
- Amanita Panther Cap:
- Angel’s trumpet (terompet malaikat)
- Bitter Oyster (Panellus stipticus)
- Blue Milk Mushroom (Lactarius indigo)
- Brain Mushroom
- bunga mentega.
- Death angel:
- Fly Agaric (Amanita muscaria)
- Galerina autumnalis
- kecubung
- Mikroskop
- Monkshood atau wolfsbane
- Moonseed (bijibulan)
- Narcissus
- Plant Cell Anatomy
- prokaryote_cell
- Rounded Earthstar (Geastrum saccatum)
- Strychnine
- taxus baccata
